Banyuwangi – SMP Negeri 3 Banyuwangi kembali menjadi tujuan studi tiru terkait pengelolaan lingkungan dan sampah berkelanjutan. Pada Rabu, 17 Juni 2026, sekolah menerima kunjungan Tim PKK Kecamatan Blimbingsari yang terdiri dari 12 peserta dalam rangka mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis Ekosistem Sirkular Spengaba.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala SMP Negeri 3 Banyuwangi, Bapak Mas’ud Zain, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Tim PKK Kecamatan Blimbingsari untuk menjadikan Spengaba sebagai lokasi belajar bersama. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Kumoro Sari Utami, S.P., selaku Camat Kecamatan Blimbingsari sekaligus Ketua Tim PKK Kecamatan Blimbingsari.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan paparan mengenai inovasi SRITANJUNG (Sirkular Empat Pilar Pengelolaan Sampah Spengaba) yang disampaikan oleh Ibu Prasmarani Wigati, S.Pd. dan Ibu Eka Natalia Kristina, S.I.Pust. Inovasi ini mengintegrasikan empat pilar pengelolaan sampah yang saling berkesinambungan.
Pilar pertama adalah Laku Riko, yaitu kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah hingga menghasilkan pupuk yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman telang. Pilar kedua, Semulur Mungkur, memanfaatkan limbah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Selanjutnya, pada pilar ketiga yaitu Asri Pari, pupuk hasil pengolahan sampah dan kasgot dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan sekolah. Hasil budidaya maggot kemudian digunakan sebagai pakan ikan lele, ikan nila, dan ayam petelur. Sementara itu, pilar keempat yaitu Asi Bundaku, mengembangkan hasil panen menjadi berbagai produk kewirausahaan yang bernilai ekonomi.
Setelah menerima paparan materi, peserta diajak melakukan tinjau lapang yang dipandu oleh lima siswa interpreter SMP Negeri 3 Banyuwangi. Lokasi yang dikunjungi meliputi Green House, Taman Agro, TPS Spengaba, area budidaya ayam petelur, hingga kolam ikan lele dan nila.
Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana seluruh proses pengelolaan sampah di SMP Negeri 3 Banyuwangi berjalan secara terintegrasi. Sampah yang dihasilkan tidak berakhir sebagai limbah, melainkan diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat bagi lingkungan, ketahanan pangan, hingga kewirausahaan sekolah.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Tim PKK Kecamatan Blimbingsari untuk mengembangkan program pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan masing-masing. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bukti bahwa sekolah dapat berperan sebagai pusat edukasi lingkungan yang mampu melibatkan seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya hidup berkelanjutan.
“Sampah menjadi berkah, lingkungan menjadi lebih lestari, dan siswa menjadi agen perubahan.” Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh SMP Negeri 3 Banyuwangi melalui berbagai inovasi lingkungan yang dikembangkan secara berkelanjutan.





