Banyuwangi, 14 Agustus 2025 — Derap langkah drumband, denting alat musik, dan sorak penonton menjadi irama pembuka pagi ini di pusat kota Banyuwangi. Dengan penuh percaya diri, SMP Negeri 3 Banyuwangi tampil sebagai peserta nomor urut 1 dalam Karnaval Kebangsaan 2025, mengawali rangkaian parade budaya dengan kemegahan dan warna-warni khas Sulawesi Selatan.
Mengusung judul “Dendang Lesung Baung, Tradisi Tak Lekang Waktu”, rombongan membawa pesan kuat bahwa meski zaman terus berubah, tradisi luhur seperti Mappadendang tetap hidup sebagai identitas budaya Bugis yang patut dilestarikan.
Rangkaian penampilan diawali oleh Drumband Gita Satria Blambangan yang memecah keheningan pagi dengan irama penuh semangat. Kemudian, maskot khas Sulawesi Selatan tampil mencuri perhatian dengan warna mencolok dan detail busana yang memukau.
Puncak penampilan tersaji melalui pertunjukkan Suku Bugis Mappadendang membawa lumbung padi dan tarian yang anggun dan sarat makna. Para penari membawa besek, menggambarkan proses memanen padi dan memasukkannya ke dalam wadah sebagai simbol rasa syukur masyarakat Bugis atas hasil panen. Alunan musik dari tim hadrah memberi sentuhan religius yang kental, sementara miniatur rumah adat Sulawesi Selatan di barisan belakang mempertegas identitas budaya yang diusung.
Setelah itu, tampillah barisan remaja Bugis yang mengenakan busana tradisional suku bugis memancarkan pesona khas budaya Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka menambah kekayaan visual dan memperkuat nuansa etnik dalam rombongan.
Selanjutnya, barisan penari berpakaian adat Bugis melengkapi kemegahan rombongan. Kain tenun khas, hiasan kepala tradisional, dan senyum ramah para penari membuat penonton terpikat sepanjang rute karnaval.
Sebagai penutup, bapak ibu guru dan tenaga kependidikan SMPN 3 Banyuwangi yang juga mengenakan pakaian adat sulawesi selatan melangkah penuh kebanggaan, menunjukkan kekompakan keluarga besar sekolah dalam menjaga dan mempromosikan budaya bangsa.
Partisipasi SMPN 3 Banyuwangi dalam Karnaval Kebangsaan 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebangsaan dapat diwujudkan melalui seni dan budaya, sekaligus mempererat persatuan dalam keberagaman.











