Diklat Kader Adiwiyata: TAWAR BSF Wujudkan Aksi Revolusi Budidaya Black Soldier Fly di SMPN 3 Banyuwangi

Banyuwangi, Sabtu (13 Desember 2025) — SMP Negeri 3 Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah berbudaya lingkungan melalui pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Adiwiyata Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang mengusung tema TAWAR BSF (Tantangan Adiwiyata Wujudkan Aksi Revolusi Budidaya Black Soldier Fly) ini dilaksanakan di Aula Sayu Wiwit dan TPS SMP Negeri 3 Banyuwangi.

 

Diklat Kader Adiwiyata diikuti oleh kader Adiwiyata dari kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Banyuwangi Hijau, sebagai upaya penguatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah organik berbasis budidaya Black Soldier Fly (BSF).

 

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta sambutan Kepala SMP Negeri 3 Banyuwangi yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah, Ibu Sani Rohimah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran kader Adiwiyata sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam menjaga lingkungan serta mengelola sampah secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta.

 

Memasuki Sesi 1, peserta menerima materi diklat di Aula Sayu Wiwit. Materi pertama bertajuk “Tantangan dan Prospek Budidaya Black Soldier Fly (BSF)” disampaikan oleh Bapak Agus Supriyadi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan peran BSF sebagai solusi pengolahan sampah organik, manfaat ekologis dan ekonomis budidaya BSF, serta peluang pengembangannya sebagai bagian dari program Adiwiyata di sekolah.

 

Materi kedua disampaikan oleh Kakak Nadya Fitri Niza dengan topik “SOP BSF di Bank Sampah Spengaba”. Peserta dibekali pemahaman teknis mengenai prosedur operasional standar budidaya BSF yang telah diterapkan di Bank Sampah Spengaba, mulai dari pengelolaan pakan, perawatan maggot, hingga pemanfaatan hasil panen secara berkelanjutan.

 

Pada sesi ini, setiap pokja juga mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) dan mempresentasikan hasil diskusi sebagai bentuk penguatan pemahaman materi, dengan pendampingan guru-guru SMP Negeri 3 Banyuwangi.

 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi 2 berupa studi lapangan pemanenan BSF di Bank Sampah Spengaba. Peserta secara langsung mempraktikkan tahapan penyaringan, penimbangan, pengeringan hasil panen, pemisahan hasil panen untuk Bank Sampah Banyuwangi (BSB), serta kegiatan clean up TPS Spengaba. Setiap pokja juga ditugaskan membuat vlog kegiatan berdurasi 3–5 menit sebagai media dokumentasi dan kampanye kepedulian lingkungan.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti diklat. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman tiga peserta terbaik Diklat Kader Adiwiyata serta acara penutupan.

 

Melalui kegiatan Diklat Kader Adiwiyata TAWAR BSF ini, diharapkan para kader mampu menjadi pelopor pengelolaan sampah organik berbasis BSF di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sekaligus memperkuat peran SMP Negeri 3 Banyuwangi sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri yang konsisten menumbuhkan kepedulian lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

Kontak

Link Terkait

Berita Terbaru

error: Content is protected !!